Prof, DR, dr, Med. Ali Baziad, SPOG (K): “Obat itu racun!”

Sore ini (11/11/08) aku menjumpainya di sebuah rumah sakit elit di kawasan Jakarta Selatan.
dokter yang belum pernah kujumpai sebelumnya, tapi sudah sering kudengar namanya, sebagai seorang ahli terapi sulih hormon.

ah, dengar spesialisasinya, sudah membuatku agak skeptis sebenarnya. sebagai penganut segala yang “alami”, maka mendengar kata hormon therapy sudah pasti menyalakan sebuah alarm BAHAYA dalam otakku. kata-kata seperti kanker, memasukkan bahan asing dalam tubuh, dan sebagainya, langusng memenuhi benak.

tapi, sore ini aku menjumpai sosok dengan pemikiran yang sangat jauh berbeda dari dugaanku sebelumnya. (Ini pasti alasannya orang bijak berkata don’t judge the book by its cover!).

dia memang bukan orang yang suka berbasa-basi. ditanya A, jawabannya ya A. ditanya B, jawabannya B. maka tak heran jika wawancaraku berlangsung begitu singkat! pertanyaan habis, dan aku tak berhasil mengorek lebih banyak info baru darinya.

tapi, ada sesuatu yang lain yang kutemukan darinya. dan itu adalah hal hebat.

Di tengah wawancara, telepon di ruang prakteknya berdering.
entah siapa yang menelepon, tapi dengan jelas kudengar, “Udah, kalo sakitnya cuma sedikit-sedikit gak usahalah kasih obat. Jangan maen-maen sama obat!”

Wow! tak pernah kudengar kata-kata seperti itu dari mulut seorang dokter!

Ya, di mataku, dokter adalah orang yang dengan mudahnya mengeluarkan resep, bahkan ketika ia belum tahu pasti apa sebenarnya asal muasal penyakit pasiennya.

tapi dokter di depanku ini, dengan lantang berkata, “Obat itu racun!”

November 2008

by: Veronica Sri Utami