Rhenald Khasali dan rumah perubahan

ketua program megister manajemen UI, sekaligus penulis buku laris “Recode Your Change DNA”, sekaligus pemilik Rumah Perubahan, adalah 3 peran yang harus dijalankan olehnya.

Tak heran, dia tak punya cukup banyak waktu untuk menemui kami secara khusus. “Kalau mau wawancara, di mobil saya saja,selama perjalanan” katanya pada kami.

Jadilah, siang itu, kami ikut dalam mobil Volvo hitamnya, dari sebuah hotel di dekat Tugu tani, tempatnya menjadi pembicara dalam sebuah acara yang diselenggarakan sebuah departemen, menuju kampus UI Depok, untuk menghadiri rapat penentuan dosen. Dari sana, kami juga mengikutinya ke Rumah Perubahan, sebuah kawasan hijau, dengan beberapa bangunan serta kantor pribadinya di kawasan Pondok Gede.

belakangan kami tahu, ia tak ingin waktu bersama keluarganya terganggu. “kalau setelah kesibukan saya masih harus menerima kalian di rumah, kan kasian keluarga saya, mereka juga butuh bicara dengan saya,” katanya memberi alasan.

Rumah perubahan yang dibangunnya dekat dengan rumah juga bukan tanpa alasan. Kalau saya dekat dengan rumah, saya safe, keluarga juga merasa safe. begitu katanya..

Ya, rumah perubahan, yang misi awalnya adalah kepentingan sosial. “saya ingin bikin semua orang terus bekerja!” itu keinginan terdalamnya.

membuat tukang kayu yang telah bekerja dengannya selama 10 tahun tak berhenti punya proyek, membuat anak-anak kampung sekitar bisa jadi pemandu outbound, dan membuat masyarakat sekitar punya penghasilan sampingan dari mengelola dan mendaur ulang sampah, itulah yang telah berhasil dilakukannya.

rumah perubahan adalah sebuah kawasan hijau di tengah-tengah perkampungan kawasan pondok gede. berbegai macam pohon ada di sana, mulai dari pohon jati, jeruk purut, majapahit, sampai beringin putih.
dengan fasih Rhenald menyebutkannya satu per satu. bahkan, ketika kami berhenti di bawah pohon salam, tak ragu ia memberikan resep tidur nyenyak. “Ambil daun salam, rebus bersama 2 gelas air, samai airnya tinggal 1 gelas. Angkat, lalu diminum. Dijamin, tidurnya pasti enak! katanya tanpa ragu.”

berbagai kolam ikan juga ada di sana, isinya gurema, lele, mujair dan nila.

meski tanah miliknya ini sama sekali tak berpagar, dan tak berbatas dengan kebiun dalam kolam miliki tetangganya, tapi dengan jelas terlihat  bedanya. dengan rummput yang tertata rapi, pecahan-pecahan tembok yang ditata rapi untuk jadi setapak, juga pepohonan yang segaja ditanam di sana, kami bisa tahu, mana milik pak rhenald dan mana yang bukan.
tidak adanya pagar dan batas jelas ini ternyata memang mencerminkan kedekatan rhenals dengan semua orang. hal ini terliath ketika dua orang penduduk setempat melintasi kebun dekat kolamnya, tak segan2 ia menyapa dan menegur meereka, bahkan menanyakan seberpa besar ikan2 di kolam mereka.

rumah perubahan juga menyediakan sarana untuk outbond, lengkap dengan sampan dan flying fox-nya. bahkan, direncanakan akan ada arung jeram, di sebuah sungai kecil yang mengalir di sana.

“Rumah Perubahan terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar untuk melakukan perubahan,” katanya, “caranya bukan dengan metode paper work, tapi mind work!” sambungnya lagi.

By: Veronica Sri Utami
(versi lain tentang rhenald khasali bisa dilihat di Majalah Nirmala edisi Februari 2009)