Tiga Ronde di Ketoprak Ciragil

Setelah “kunjungan kerja” ke Subur, perjalanan Rombongan Nirmala dilanjutkan. Tujuannya: makan ketoprak!!

mbak Anilah yang bersemangat ke sana, entah mengapa… (sempat males juga dengernya, ketoprak? itu mah di ibu gado-gado samping kantor juga ada! ngapain jauh2?)

Usut punya usut, ketoprak yang satu ini ternyata punya arti tersendiri di hati mbak ani. “dulu, aku kos deket situ, sering beli ketoprak di situ, titip si bibik” cerita Mbak Ani tanpa mau menyebut tahunnya, karena takut kami tahu betapa tuanya dia.. (hehehhehehe…gak usah tahu tahunnya pun kita udah tahu kalau dikau jauh lebih tua dari kami-kami loh, mbak….. ;))

Alasan lainnya, “UUUuuuenakkkk deh!!” begitu katanya berpromosi.

jadilah, selama perjalanan kami dari Subur sampai lokasi Ketoprak dibumbui dengan cerita-cerita mbak Ani yang terbuai dngan kenangan masa lalunya. “Si penjual ketoprak ini laris banget! tapi aneh, dia enggak mau bikin warung yang lebih besar. Tapi…… gelang ditangannya, wuih!! segini!!!” ceritanya berapi-api.

akhirnya, sampailah kami di depa sebuah warung yang gak mungkin  bisa dibilang besar. di bawah sebatang pohon besar yang membuatnya begitu teduh. tapi…tetep saja warung kecil. Dijamin, buat yang belum pernah tahu kalau di sini ada warung yang (katanya) enak, gak akan mau berhenti.

karena sejak dari awal saya tidak terlalu tertarik untuk makan ketoprak (terlalu berat untuk jam makan yang nanggung kala itu), maka saya memesan semangkuk bakso, yang juga tersedia di sana. bakso Pak Joni! Sementara Gita pesan Somay. yang lain, ada yang juga pesan ketoprak seperti mbak Ani, tapi ada juga yang bakso atau somay.

“Aduh!! aku kan ngajak kalian ke sini biar pada ngerasain gimana enaknya ketoprak Ciragil, kok pesennya bakso sih??” protes mbak Ani.

“Iya mbak, ntar kita ikut nyicip aja!” jawab kami.

akhirnya…semua pesanan sampailah di meja kami masing-masing. dan seperti janji kami sebelumnya, kami pun mengambil sejumput ketoprak dari piring mbak ani, untuk memenuhi syarat icip-icip..

Tapi ternyata…………… ya ampun!! rasanya enak bener!!! yang membuatnya sangat berbeda dari ketoprak lainnya adalah bumbu kacangnya. entah dibuatnya bagaimana, bumbu kacang itu rasanya sangat lembuuuu…ut, sangat halu…us, nyaris seperti susu, tapi kacang!! (nah lo! susah mendeskripsikannya). pokoknya enak deh!!

mas jaya yang sebelumnya pesan bakso,sepertinya juga tak rela, jika meninggalkan warung kecil ini tanpa mencicipi sepiring ketopraknya.

tapi jangan salah,

yang sebelumnya pesan ketoprak pun, ternyata ternganga-nganga dengan kelezatan bakso dan somay yang dipesan teman lainnya. So…setelah sepiring ketoprak ludes, beramai-ramai mereka pun memesan sepiring somay, atau semangkuk bakso.

Puaskah??

Oh… jangan salah!!

Lirikan mata kami ke gerobak es podeng sudah bisa ditebak! Tanpa ragu, es podeng yang menggiurkan itu pun jadi ronde penutup acara hura-hura kami sore itu…

semoga, setelah ini, kami bisa kembali ke kantor dengan semangat full, setelah di-recharge dengan ketoprak, somay, bakso dan es podeng.

Semangat!!!!

by: Veronica Sri Utami