Tour de SUBUR

Akhirnya……..

itulah sebuah kata yang paling tepat diucapkan, ketika mbak ANi, sang pemred kemaren mengajak kami untuk “ngabur” sejenak dari rutinitas kantor. setelah menunggu dari edisi lalu, yang berakhir dengna makan es krim bareng mas jaya en prita di kawasan Ciputat, hari ini rombongan “refreshing” lebih banyak, dengan tujuan yang juga lebih jauh dari sekadar Ciputat.

Kalau mendengar tujuannya, memang tampaknya tak begitu menarik. Ke Subur! ya, subur adalah tempat kami mencetak majalan Nirmala selama ini. biasanya, hanya mas Slamet dan mas-mas lain di bagian artistik yang mondar-mandir ke sana. tapi hari ini, kami semua, redaksi dan artistik akan menuju ke sana, menjemput Mas slamet, dan kemudian, hura-hura!! (halah…terdengar berlebihan ya)🙂

Perjalanan menuju Subur pun sudah terasa menyenangkan. Kemacetan di sepanjang Mampang raya justru bikin kami punya kesempatan untuk menikmati perjalanan. Mulai dari mengomentari sebuah spa yang letaknya persiii…is di pinggir jalan, dan di samping sebuah bengkel. (Hmmm…. jadi teringat sesuatu di Ciputat!). “Dengan dekat bengkel dan jalan raya, efek detoks dan perawatan spa-nya lebih terasa!” begitu komentar Mbak Ani…

Tempelan spanduk-spanduk calon legislatif pun tak luput dari komentar jail kami. “Gak PD amat sih, di belakang caleg-nya masih dikasih foto ibunya!” . “Eh, liat deh! calegnya gaul loh! pake topi ala Glenn Fredly!” dan seterusnya…dan seterusnya….

dan, sampailah kami di percetakan Subur. tergoda juga untuk masuk dan melihat2…

Pak Yanto (semoga gak salah ingat namanya), yang menerima kami, dan mengantarkan kami berkeliling. Seru juga!

kalau sebelumnya kami menerima Nirmala yang selesai cetak di kantor, ketika Mas Slamet kembali dari percetakan ini, kali ini kami bisa melihat proses kelahiran Nirmala  secara langsung!

Saat ia masih berupa lembaran-lembaran kertas, lalu saling disatukan, diolesi lem oleh mesin-mesin pintar yang tak memerlukan sentuhan tangan, kemudian disatukan dengan lembaran cover depannya, satu-per satu naik di atas ban berjalan, lalu masuk ke mesin pemotong, dan …..

tengtereng….. keluarlah Nirmala, fresh from the oven!!