Bikin buku sendiri? Bisa!!!

Dalam rangka ngisi formulir sebuah lomba penulisan. Aku buka2 lagi, sejarah karirku. Iseng-iseng searching di internet, sampai akhirnya ketemu 3 judul buku karya Sanggar Talenta, sebuah kelompok penulis remaja (anak-anak SMA di Jogja dan sekitarnya, termasuk SMU Pangudi Luhur Van Lith, Muntilan, tempatku bersekolah kala itu), bentukan Penerbit Kanisius, yang sebelumnya membuat workshop penulisan untuk remaja.

sejujurnya, kalau aku kilas balik ke masa lalu, pengalaman ikut dalam sanggar Talenta, yang akhirnya menelorkan 3 buku, dengan beberapa tulisanku di dalamnya, mungkin adalah sebuah titik awal aku menyadari “panggilan”-ku untuk akhirnya benar-benar terjun bebas di dunia jurnalisme sekarang ini.

Mulai dari memberanikan diri jadi reporter dan penyiar di Radio Sonora – pekerjaan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya – karena harus siap 24 jam liputan, mulai dari kebakaran pasar tanah abang sampai nunggu press conference-nya presiden setelah bom Bali meledak.

Kemudian, berpindah jalur menjadi editor buku, baik sebagai karyawan tetap maupun freelance, di berbagai penerbitan buku.

Dan akhirnya sekarang, menjadi staf redaksi di Majalah kesehatan alami NIRMALA. Entahlah, esok atau lusa aku akan berada di mana, tapi yang pasti, menulis tetap jadi bagian hidupku. Tak mungkin tidak!!!

Beberapa judul buku karya Talenta di masa lalu itu, adalahBiarkan Kami bicara – tentang orang tua dan pergaulan“,Biarkan Kami Bicara – tentang sekolah dan cita-cita”, “Kecil Bahagia, Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya, Mati Maunya Masuk Surga“,

Dan satu hal yang pasti, melihat kembali 3 judul buku itu, membangkitkan semangat dalam diriku untuk menghasilkan buku sendiri!!! Ya, setelah perjalanan panjang di dunia jurnalisme ini kulalui, satu hal yang masih jadi sebuah mimpi, adalah menulis buku sendiri. Dan, hari ini, aku memantapkan hatiku untuk meraih mimpi itu….

Ayo Vera, kamu bisa!!!!