Karmaka Surjaudaja: “Semua karyawan NISP itu pahlawan saya!”

Sabtu, 6 Juni 2009 lalu, saya mengikuti sebuah acara bertajuk, “Kalau Bisa Sehat, Mengapa Mesti Sakit?”

salah satu yang menarik minat saya menghadiri acara tersebut adalah karena kehadiran seorang bernama Karmaka Surjaudaja. Beliau adalah chairman emeritus Bank OCBC NISP.

Dalam acara tersebut, beliau rencananya akan men-sharingkan pengalamannya bergulat dengna penyakit, yang kemudian mengharuskannya menjalani dua buah operasi transplantasi organ tubuh penting. Liver dan Ginjal.

Kisahnya tentang betapa hebat semangat hidupnya hingga mengalahkan berbagai penyakit yang megintai nyawanya telah banyak dibicarakan orang. Lewat tayangan Kick Andy beberapa waktu lalu, juga lewat buku berjudul “Tidak Ada Yang Tidak Bisa”,  yang ditulis oleh CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan, yang memiliki pengalaman serupa. Karena itulah, tidak akan saya tuliskan hal itu di sini.

Ada Satu hal yang membuat saya sangat terkesan pada beliau. Ketika itu, seorang peserta seminar menanyakan tentang kebiasaan sederhana yang dijalankan oleh bank NISP, yaitu membagikan 1,5 kg gula pasir kepada seluruh karyawannya. Mulai dari tingkat bos sampai karyawan paling rendah. Tak terkecuali.  “Itu karena feng shui atau ada aliran tertentu yang mengajarkan demikian, Pak?” begitu kata sang penanya.

Dan, Karmaka pun menjawab, “Saya sudah pernah mengalami jadi buruh. Dan saya tahu, betapa susahnya mendapatkan kesejahteraan. Kebiasaan itu hanya saya maksudkan untuk membantu karyawan saya mendapatkan kesejahteraan. Mendapatkan kesehatan. Sebab, karyawan NISP itu adalah pahlawan saya!!”

Wuih…. merinding saya mendengarnya. Begitu tulusnya kata-kata itu mengalir dari mulut seorang chairman NISP (begitulah yang saya tangkap di telinga saya).

Dan, hari itu pula saya menyadari, bahwa sekali lagi, saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan seorang yang sangat bersemangat, yang mampu menularkan semangatnya pada orang lain, untuk terus hidup, untuk tetap sehat, untuk terus maju, mengusahakan yang terbaik yang kita bisa. Dan, yang terpenting, saya dipertemukan dengan seorang yang begitu memperhatikan orang lain, meski orang-orang itu adalah mereka yang ia bayar. yang menggantungkan hidup mereka pada dirinya. Bukannya menginjak-injak, memanfaatkan, atau meremehkan, ia justru menganggap mereka semua sebagai pahlawan!!!

Trima kasih Pak Karmaka, Anda memberi saya sebuah inspirasi baru, tentang bagaimana seorang seharusnya memperlakukan dan menghargai orang lain….

By: Veronica Sri Utami

“Satu lagi seorang bos besar yang memberiku sebuah teladan…”