Bintan, tak cuma penghasil aspal

Akhir bulan Februari lalu, saya dapat kesempatan untuk pergi ke Pulau BIntan. Wah, dengar namanya, sama sekali tak terbayang seperti apa bentuk pulaunya. Setelah mengulak-ulik memori, yang terbersit hanyalah “Bintan adalah daerah penghasil bauksit”, begitu kata guru saya jaman SD. Wah, masak jalan2 liat proses penambangan bauksit? gak lucu ah!

Seperti biasa, mas google jadi andalan, ternyata… bintan kini telah bersolek. sebuah kawasan Wisata Internasional telah dibangun di salah satu bibir pantainya. Sehingga semua hotel dan resort yang ada di dalamnya, masing-masing punya view menghadap ke laut. Dan, karena kawasan wisata internasional, “kelap-kelip”-nya pastilah berbeda nuansanya..

yang banyak dipuja-puji orang, baik dalam blog pribadi maupun website adalah keindahan pantainya, yang berpasir putih. wah, jadi penasaran!

Dan, berangkatlah saya, di sebuah sore yang cerah, meninggalkan dua lelaki yang kusayang, untuk sedikit bersenang-senang! (hehehe… maap ya mas, maap ya Tang!).

Bandara Haji Fisabililah, tempat pesawat yang kami tumpangi mendarat, bukanlah bandara besar. sangat kecil malah. tak banyak pesawat yang singgah. dari jakarta malah hanya ada 1 maskapai, dan sekali penerbangan!

Di sini jugalah untuk pertama kalinya saya menyaksikan sebuah bandara gelap gulita! bayangkan saja, ketika urusan pengambilan bagasi selesai semua, lampu bandara langsung mati! baru kali ini loh liat bandara gelap gulita..

karena saya datang ke Bintan atas undangan sebuah resort, maka perjalanan selanjutnya mengikuti jadwal yang telah diberikan. perjalanan ke resort tak terlalu menarik, karena sudah gelap! katanya sih, kanan-kirinya hutan karet.Selain pantai, ternyata Bintan punya andalah lain, adalah hutan bakau. Seru juga loh, menyusuri sungai besar, dengan hutan bakau di kanan-kirinya. yang seru lagi, waktu memasuki anak sungainya. selain lihat ikan, dan burung. ada juga biawak, dan….ular!!! gak cuma 1 ato 2, tapi banyak! untungnya kalo siang mereka tidur. tapi tetep aja, kalo tidurnya pas ngulet, trus jatoh ke perahu yang sedang aku naiki apa gak gawat??

Dan, tibalah kesempatan untuk mengunjungi pantainya. Wuihhh!!! uapik tenan!!! pantainya beda sama pantai lain yang pernah kukunjungi. Mana aja sih emang?? ya paling parangtritis, dan ancol (halah!), yang jauh ya pantai senggigi dan kuta. yang bikin berbeda, pantai di Bintan ini pasirnya putih, bersih, dan lembut!! Tapi, resort tempat saya menginap punya banyak tawaran menarik untuk dicoba. Ada kayaking, jet ski, dan banana boat. HHhhmm, berani coba yang mana ya?

Bintan memang memberi saya banyak pengalaman pertama. Mulai dari naik bugy, kendaraan kecil yang biasa dipakai di lapangan golf, yang bikin saya makin pede saat belajar nyetir mobil. (nyetir mobil? pasti bisa! beli mobil? kelak pasti juga bisa! Ami..in!), pengalaman pertama naik ATV (All terain vehicle, kendaraan besar yang bisa melaju di segala medan), perang-perangan pake laser, sampai pengalaman pertama naik jet ski!!

Ya, meski takut, saya memutuskan untuk mencoba naik jet ski. Membonceng tepatnya, karena saya hanya berpegangan di belakang seorang lelaki yang telah mahir mengemudikan jet ski. Dan, dalam satu tarikan gas, ia membawa saya melesat cepat menjauhi pantai. Sulit dijelaskan, apa yang saya rasakan ketika itu. Takut iya, tapi di sisi lain juga ada kebahagian meluap-luap, karena ini adalah pengalaman baru yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Sensasi membanjirnya adrenalin benar-benar terasa! Puas saya berteriak sekuat tenaga, sambil berpegangan erat pada jaket pengaman mas-mas di depan saya. Hhhuaaaaaaaaaaawwww!!!!!

Yang pasti, terhempas-hempas di atas jet ski, yang bergerak cepat di tengah lautan biru yang tak kelihatan garis akhirnya, memberi pengalaman luar biasa bagi saya. Tiba-tiba saja saya tersadar, betapa kecil dan tak berdayanya saya, sebagai manusia. Tanpa orang-orang baik yang ada di sekitar saya, dan tentu saja tanpa Dia, Sang Mahakuasa, saya bukanlah apa-apa.