Awas! Ada vampir Emosi

Pernahkah Anda merasa sangat lelah, energi terkuras, padahal tidak melakukan apa pun? Waspadalah! Mungkin ada vampir emosi di sekitar Anda.

Tahu vampir, kan? Biasanya dalam film, vampir diwujudkan sebagai manusia berwajah dingin, yang keluar hanya di malam hari, dengan gigi taring yang panjang siap menyedot habis darah mangsanya. Tapi, vampir emosi ini berbeda. Bukan darah yang dihisap, tetapi emosi siapa saja yang berhadapan dengannya.

Mereka tak selalu muncul dengan wajah yang kaku dan menyeramkan. Di balik sikap penuh cinta dan perhatian, “taring”-nya diam-diam menyedot emosi Anda. Bos yang egonya begitu besar, atau sahabat yang selalu menuntut perhatian adalah contohnya. Tapi, vampir emosi ini bukan hanya orang-orang yang tidak menyukai Anda, tapi bisa juga teman atau saudara. Bahkan, orang serumah pun mungkin adalah salah satunya. Bisa orang tua yang penuh cinta sekaligus penuntut atau pasangan hidup yang penyayang tapi pencemburu buta.

Tanda-tanda vampir emosi

Tapi, jangan terburu-buru mencurigai orang-orang yang dekat dengan Anda. Vampir emosi memang ukanlah makhluk aneh dengan ciri-ciri fisik yang berbeda dari orang pada umumnya. Mereka sama seperti kita (bahkan mungkin kita salah satunya). Tapi, vaampir emosi ini mempunyai kelihaian untuk merebut kepercayaan Anda, dan pada detik berikutnya menyedot habis emosi Anda. Dan yang lebih menakutkan lagi, mereka bisa memperdaya ”mangsa”-nya hingga mereka dapat mengulangi perbuatan ini untuk seterusnya pada diri Anda.

Agar tidak terperangkap, Albert J. Bernstein, Ph.D, seorang psikolog klinis yang menulis buku Emotional Vampires: Dealing with People Who Drain You Dry, menjelaskan beberapa jenis vampir emosi yang ada di sekitar kita, lengkap dengan ciri-cirinya:

1. Vampir anti sosial

Vampir jenis ini mengacuhkan aturan sosial. Mereka menyukai pesta dan segala hal yang menyenangkan. Sebaliknya, membenci hal-hal yang membosankan, lebih dari apa pun.

Kenali tanda-tandanya:

§ Bagi mereka peraturan dibuat untuk dilanggar.

§ Sering menggunakan alasan untuk menghindari pekerjaan yang tak disukai.

§ Biasanya punya masalah hukum.

§ Bisa bersikap penuh pesona untuk mendapatkan sesuatu.

§ Manajemen finansialnya kurang baik.

§ Jarang merasa khawatir.

§ Berbohong untuk meraih tujuan tanpa rasa bersalah.

§ Sering berbuat jahat pada orang lain.

§ Mudah mengeluarkan kemarahan untuk memperoleh yang diinginkan.

§ Bersenang-senang dahulu, bekerja kemudian.

§ Sering membuat janji, yang tak pernah ditepati.

§ Walaupun banyak sifat negatifnya, vampir jenis ini tetaplah orang yang paling menyenangkan!

2. Vampir histrionik/dramatis

Mereka mencoba menarik perhatian dan persetujuan orang lain, dan akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Saat bersama vampir jenis ini, semuanya seperti pertunjukan drama, yang kelihatan bukanlah yang sebenarnya.

Kenali tanda-tandanya:

§ Menonjol dalam penampilan atau kepribadian.

§ Ramah, antusias, dan menyenangkan

§ Suka bergosip dan menceritakan sesuatu.

§ Sok akrab dengan orang yang tak terlalu dikenalnya.

§ Ceritanya terasa lebih dramatis setiap kali diceritakan kembali

§ Selera berpakaiannya bagus, tetapi terlalu berlebihan memperhatikan penampilan .

§ Punya kebiasaan menggunakan alasan sakit untuk menghindari pekerjaan yang tidak disukai.

§ Daya ingatnya pada hal-hal detail sangat kurang

§ Sangat kecewa ketika lingkungan sosial mengabaikannya.

§ Jarang mengakui kemarahannya, meskipun terlihat jelas

§ Bermasalah dalam mengerjakan tugas-tugas rutin

§ Mereka membutuhkan perhatian dan perlakuan khusus, tetapi meyakini bahwa mereka adalah orang yang paling mudah diajak berteman oleh siapa saja.

§ Di balik semua sikap negatif itu, mereka selalu dibutuhkan dan lebih populer dari siapa pun juga.

3. Vampir narsistik

Vampir narsistik memiliki ego yang sangat besar, dan menilai dirinya lebih dari orang lain. Kemampuannya mendengarkan hati nurani sangat rendah. Ketika mereka menyakiti orang lain, sebenarnya mereka tidak bermaksud demikian; mereka hanya tidak pernah memikirkan orang lain sama sekali, kecuali jika membutuhkan.

Mereka selalu berupaya agar dikagumi dan diperhatikan oleh lingkungannya, bahkan selalu menuntut orang lain memenuhi keinginannya walaupun orang lain harus mengorbankan kepentingannya sendiri. Arogansinya itu yang membuat mereka dijauhi orang lain.

Kenali tanda-tandanya:

§ Yakin bahwa ia lebih baik, lebih pintar dan lebih berbakat daripada orang lain.

§ Memiliki fantasi melakukan sesuatu yang besar dan jadi orang terkenal

§ Senang mengikuti kompetisi, tapi tak bisa menerima kekalahan

§ Kurang memperhatikan pikiran dan perasaan orang lain kecuali jika menginginkan sesuatu dari mereka.

§ Sering tidak setuju dan ingin mengubah peraturan karena merasa spesial.

§ Merasa terganggu ketika orang lain tidak segera melakukan yang disuruhnya.

§ Dikuasai fantasi kesuksesan diri dan kekuasaan

§ Bersikap kritis terhadap orang lain yang didasari rasa cemburu.

§ Tidak mampu menyadari kesalahannya sendiri.

§ Sering komplain karena merasa diperlakukan dengan tidak benar

§ Di balik opininya yang sangat tinggi terhadap diri sendiri, mereka biasanya sangat pandai dan berbakat.

4. Vampir obsesif kompulsif

Vampir obsesif kompulsif adalah seorang perfeksionis yang sangat memperhatikan detail, dan pekerja keras. Ia juga menuntut semua orang untuk memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan seperti dirinya. Ia tak segan mencela orang yang tidak berkompeten.

Kenali tanda-tandanya:

§ Workaholic

§ Sulit menyisihkan waktu untuk relaks

§ Menemukan kesalahan pada cara orang lain melakukan sesuatu.

§ Butuh waktu lama untuk memutuskan sesuatu, bahkan untuk hal-hal kecil.

§ Tidak mungkin mengubah keputusan yang sudah dibuat

§ Jarang memberikan jawaban ”ya” atau ”tidak” begitu saja

§ Memperhatikan hal-hal detail, yang mungkin mengganggu, tetapi juga menghindarkan orang dari kesalahan fatal.

§ Selalu terlihat rapi dan teratur

§ Suka mengontrol/ mengatur

§ Ketika diminta masukannya tentang sesuatu yang tertulis, mereka akan mengoreksi tata bahasa dan cara penulisan, dan kadang justru tidak memberikan komentar apa pun terhadap idenya.

§ Biasa mengekspresikan kemarahan dengan mengajukan pertanyaan yang tajam, tanpa keramahan

§ Meskipun tidak dikatakan secara langsung, sangat jelas terlihat bahwa mereka merasa bangga dengan kinerjanya yang melebihi orang lain.

§ Mengabaikan masalah pribadi untuk menepati janji dan menuntut Anda juga melakukan hal yang sama.

5. Vampir paranoid

Mereka menyedot emosi orang di sekitarnya dengan menyebarkan rasa cemburu dan prasangka, bahkan selalu berusaha menguji silang setiap opini yang berbeda.

Mereka seringkali melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain, dengan menghubungkan dua hal yang sebenarnya menurut orang lain tidak berhubungan.

Kenali tanda-tandanya:

§ Terlalu curiga.

§ Memiliki sedikit teman dekat.

§ Cenderung melihat banyak hal sebagai pertarungan antara yang baik dan yang jahat.

§ Tidak bisa melupakan sakit hati .

§ Menyingkirkan orang dari kehidupan mereka hanya karena kesalahan kecil.

§ Menuntut loyalitas.

§ Sangat protektif terhadap keluarga dan teman-teman dekatnya.

§ Memiliki selera humor yang tinggi tapi tidak bisa menertawai diri sendiri.

§ Hal-hal yang disembunyikan oleh orang lain bisa mengatakan secara langsung kepada orang yang bersangkutan.

§ Kita tidak tahu apa yang dapat membuatnya marah.

§ Mengumpulkan hal-hal detail kecil untuk membuktikan teori mereka.

Anda merasa ciri-ciri itu juga ada dalam diri Anda? Jangan khawatir. Menurut Bernstein, hampir semua orang memiliki kecenderungan untuk menjadi vampir emosi. Jika Anda menyadari dan mengakuinya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang harus diwaspadai adalah mereka yang tidak menyadari bahkan menolaknya, karena hanya orang yang tidak dewasa secara emosional yang tidak mengakui kelemahan diri dan kerap melemparkan kesalahan kepada orang lain.

Kiat berkelit dari serangan vampir

Vampir penghisap darah akan membuat korban yang dihisap darahnya ikut menjadi vampir. Bagaimana dengan vampir emosi? Apakah mereka juga membuat korbannya menjadi vampir? Simak cerita Lusi, ”Bosku yang perfeksionis hari ini marah-marah terus. Semuanya salah di mata dia. Aku jadi stres. Sampai di rumah, aku kelepasan membentak anakku waktu membantunya mengerjakan PR. Dia sampai menangis. Aku menyesal sekali.” Inilah bukti bahwa ketika emosi kita tersedot oleh orang lain, maka kita pun mungkin akan menghisap emosi orang lain.

Agar kita tidak terpengaruh secara emosional, Prof. Dr. Sawitri Supardi Sadarjoen memberi saran untuk menyikapinya secara rasional. Hal senada disampaikan oleh Rachel G. Baldino, MSW, LCSW, penulis How to Beware of Emotional Vampires’ Intent on Draining You of All Your Precious Emotional Strength, yaitu untuk mengingatkan diri kita terus-menerus bahwa perilaku mereka yang sangat tidak menyenangkan itu adalah masalah mereka, bukan masalah kita.

Sementara itu, Bernstein memberikan beberapa strategi untuk menghadapi para vampir ini:

1. Mengenali mereka

Cara untuk mengantisipasi serangan vampir adalah dengan mencari tahu tindakan yang pernah mereka lakukan di masa lalu, karena sangat mungkin mereka melakukan hal yang sama di masa mendatang.

2. Mencari informasi

Vampir ingin Anda hanya mendengarkan mereka. Untuk menguasai Anda, mereka akan mencoba mengisolasi Anda dari sumber-sumber informasi lain. Karena itu, cobalah untuk selalu mencari informasi lewat teman yang bisa dipercaya.

3. Melakukan yang tidak mereka kerjakan

Kekuatan Anda yang terbesar untuk menundukkan vampir ada pada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh para vampir, tetapi Anda bisa.

4. Perhatikan tindakannya, bukan kata-katanya

Apa yang dikatakan oleh vampir emosi seringkali sangat berbeda dengan yang mereka lakukan. Agar emosi Anda tak tersedot olehnya, selalu fokuslah pada apa yang mereka lakukan.

5. Berhati-hati terhadap strategi hipnosis.

Vampir memiliki keahlian hebat sebagai hipnotis, mempengaruhi Anda dengan sikap dan kata-katanya.

6. Pilihlah pertempuran Anda

Untuk menjadi seorang pemburu vampir yang hebat, Anda harus mampu memilih pertempuran. Hindari pertempuran yang tidak mungkin Anda menangi.

7. Belajar dari konsekuensi perbuatan

Satu-satunya cara vampir emosional bisa mempelajari sesuatu adalah dengan mengalami konsekuensi dari perilakunya sendiri. Karena itu, jika Anda tergoda untuk ”menyelamatkan” seorang vampir, cobalah biarkan dia sedikit ”terpeleset”. Mungkin dengan begitu ada ilmu kehidupan yang mungkin ia pelajari.

8. Pilihlah kata-kata Anda dengan hati-hati.

Saat Anda membina dengan vampir emosional, apa yang Anda katakan, serta bagaimana dan kapan Anda mengatakannya sangatlah penting untuk menentukan respons yang akan Anda peroleh.

9. Abaikan kemarahannya

Ketika vampir tidak memperoleh yang diinginkan mereka akan mengeluarkan kemarahan. Semua bentuk kemarahan emosional itu bertujuan untuk membuat Anda menyerah pada keinginannya. Jangan menyerah!

10. Kenali batas kemampuan Anda

Bergaul dengan vampir emosi menguras banyak energi. Kadangkala, lebih baik Anda menghindar atau tidak melibatkan diri sejak awal, daripada kewalahan di tengah jalan. Hanya Anda yang bisa memutuskan.

Apa yang membuat mereka jadi vampir emosi?

Dalam dunia psikologi, vampir emosi ini mungkin didiagnosa sebagai ”orang yang mengalami gangguan kepribadian”. Menurut Sawitri, orang-orang seperti ini mengalami kejanggalan dalam beradaptasi dengan lingkungannya. ”Bila berada di dekatnya, kita akan merasa terganggu dan tidak nyaman,” katanya. Tapi, Sawitri menambahkan, sebenarnya bukan hanya orang lain yang terganggu, mereka sendiri pun merasa kurang nyaman dalam kebersamaannya dengan lingkungan.

Menurut Sawitri, gangguan ini terjadi karena faktor bawaan, pola asuh, serta paduan dari bawaan dan pola asuh. Anak yang terlalu dimanjakan, disanjung, dan dibangga-banggakan sejak kecil, misalnya, mungkin akan berkembang menjadi pribadi yang narsistik. Sementara menurut Baldino, gangguan ini mungkin terjadi karena mereka tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan pencapaian hidupnya. Akhirnya, mereka berusaha keras untuk membuat orang lain di sekitarnya kehilangan kepercayaan diri, dan biasanya dengan cara yang tidak menyenangkan, untuk meningkatkan harga diri mereka sendiri..

Namun, Sawitri menegaskan, lewat psikoterapi oleh ahli yang kompeten, gangguan ini bisa dihilangkan. Tentu saja, keberhasilannya ditentukan oleh jenis dan beratnya gangguan serta niat orang itu sendiri untuk sembuh. Orang-orang yang ada di sekitarnya juga harus mendukungnya, antara lain dengan membantu mencari terapis yang tepat dan handal.

BY: Veronica Sri Utami

gambar diambil dari zazzle.com

– tulisan ini pernah dimuat di Majalah NIRMALA edisi Agustus 2008 –