Tung Desem Waringin: Berpikir Positif Saja Tidak Cukup…

 

Tung Desem Waringin, pembicara dan pelatih sukses No.1 di Indonesia (versi majalah Marketing), juga penulis buku inspirasional Financial Revolution dan Marketing Revolution ini tak hanya ingin kaya raya. Ia juga ingin sehat dan panjang umur. Bagaimana cara motivator ulung ini mencapainya?

”Selamat pagi! Silakan masuk…,”  sambut Tung Desem Waringin, sambil menggendong putra ketiganya. Dengan kemeja putih dan celana panjang hitam, pria berkacamata ini menyambut Nirmala dengan wajah yang segar dan ceria di pintu rumahnya.

Getaran semangat dan vitalitasnya begitu terasa dalam setiap ucapan yang mengalir dari mulutnya. Ekspresi wajah, gelak tawa, tepukan tangan, dan gerakan-gerakan tubuhnya menegaskan setiap kalimat positifnya. Dari mana sih sumber energinya?

Prinsip berpikir positif

”Jika kita berpikir positif maka energi kita akan meningkat, sebaliknya jika yang ada dalam pikiran kita adalah hal-hal yang negatif, maka energi kita pun akan turun drastis,” Tung meyakini.

Prinsip  berpikir positif ini  pulalah yang dipakainya saat menghadapi komentar miring terhadap aksi ”hujan uang” yang dilakukannya pada 1 Juni 2008 lalu. Dalam rangka pre-launching buku terbarunya, Tung menyebarkan uang senilai 100 juta rupiah dalam bentuk pecahan 1000, 5000, dan 10.000 rupiah dari atas pesawat Cesna di Lapangan Desa Drangong, Kecamatan Taktakan, Serang, Banten. Banyak yang menganggap aksi itu melecehkan orang miskin, tidak mendidik orang untuk berusaha karena memberikan uang cepat, dan terlalu membesar-besarkan kegiatan amal.

Tung menerima semua komentar itu. Selain sudah memprediksikan akan munculnya respons negatif, Tung juga berpendapat bahwa orang berkomentar negatif karena tidak memahami latar belakang aksi tersebut. ”Hujan uang itu aksi promosi, bukan aksi sosial. Saya ingin memberi contoh caranya menjadi magnet bagi media massa agar bisa beriklan gratis ke seluruh dunia,” katanya menjelaskan. Aksi ini dilakukannya untuk mengingatkan para pelaku bisnis yang sering membuang banyak uang untuk promosi, tanpa hasil. Inilah yang ingin dijelaskan dalam bukunya, Marketing Revolution. Dan, usahanya ini terbukti. Pada hari pertama peluncuran buku ini 1 Juli 2008 lalu, buku tersebut sudah laku terjual sebanyak 38.878 eksemplar.

Namun, Tung juga menyadari bahwa jurus marketing apa pun tidak bisa membuat semua orang menerimanya secara positif. ”Yang terpenting adalah itikad baik yang ada dalam pikiran kita. Karena kita tidak pernah bisa melarang orang berpikiran negatif, sebaik apa pun tindakan kita.,” kata Tung menirukan ajaran Mother Theresa, yang dikaguminya.

Makan dan minum yang sehat

Kunci hidup penuh semangat dari pria kelahiran Solo, 22 Desember 1967, ini tidak berhenti sampai di situ. ”Meski pikiran positif sangat membantu menjaga tubuh tetap sehat, kita harus tetap waspada terhadap kemungkinan masuknya  penyakit dari sekitar kita,” katanya mengingatkan. Kesibukannya berbicara dari kota ke kota ternyata tak menjadi halangan baginya untuk hidup sehat. Tidak makan daging, makan banyak buah dan sayur, juga minum air putih, adalah usahanya untuk tetap sehat. ”Saya kan juga mau berumur panjang. Buat apa kaya kalau sakit-sakitan,” katanya.

Karena itulah, ayah dari tiga orang anak – Tung Waldo Kamajaya, Tung Alta Kania, dan Tung Tiago Masimo – punya ritual sehat di pagi hari yang tak pernah dilewatkan: Minum air heksagonal minimal 600 ml segera setelah bangun tidur, dilanjutkan dengan sarapan jus buah atau sayur yang ditambahi minuman probiotik. Selain membuat jus buah atau sayur lebih terasa nikmat, minuman probiotik juga menjaga bakteri yang bermanfaat di dalam pencernaan, demikian alasannya.

Selama tujuh tahun terakhir ini Tung juga tidak lagi makan daging merah. ”Kalau kita makan daging, minus point-nya banyak,” begitu ilmu yang Tung dapatkan dari Anthony Robin, motivator internasional, yang adalah gurunya.

Semua yang ada di dunia ini ada energinya, tambah Tung. Energi tubuh manusia rata-rata 50-60 MHz, sementara daging, apalagi yang sudah mati lebih dari 24 jam, energinya hanya 5 MHz. Karena itulah, kalau kita makan daging, energi kita justru akan disedot, dan kita menjadi lemas. ”Seperti dalam hukum fisika, jika gelombang tinggi bertemu dengan gelombang rendah, dia akan menjadi gelombang menengah.”  Sedangkan buah dan sayur memiliki energi yang setara dengan manusia. Bunga bahkan punya energi yang lebih tinggi, yaitu sekitar 250-300MHz. ”Makanya, kita jadi fresh kalau melihat bunga, dan banyak bunga yang bisa menjadi obat” katanya.

Tung juga sangat percaya pada kehebatan air putih bagi kesehatan manusia. Ilmunya ini didapat dari buku Your Body’s Many Cries for Water yang ditulis oleh Dr. Feyedoon Batmanghelidj, M.D., seorang dokter berkebangsaan Iran yang sempat mejadi tahanan politik selama 2 tahun 7 bulan pada masa revolusi Iran. Ia menceritakan pengalamannya hanya memberi air putih kepada para tahanan yang sakit, karena tak ada satu pun obat yang tersedia. “Banyak penyakit orang-orang di dalam penjara bisa sembuh hanya dengan air! Amazing!” cerita Tung dengan penuh kekaguman. Dari penelitiannya, Batmanghelidj menyimpulkan bahwa penyakit muncul karena tubuh kita kekurangan air. Karena itu pulalah, Tung tak pernah lupa minum air minimal 3 liter sehari. ”Air putih loh! Jus buah, sirup, kopi, atau teh, tidak termasuk!” katanya mengingatkan.

Tidur, bernapas, dan berolahraga dengan cara yang benar

Tak hanya memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Tung juga tidak main-main dengan waktu tidur. ”Tubuh kita mengenal bayar hutang loh! Kalau berhari-hari saya kurang tidur, hidung saya akhirnya meler juga,” kata Tung. Karena itulah, ia mengusahakan untuk tidur rata-rata 6 jam dalam sehari. Jika sedang banyak kegiatan, Tung memanfaatkan CD hipnoterapi untuk membantunya tidur secara efektif meski waktunya singkat.

Untuk memperoleh energi yang optimal, Tung punya teknik pernapasan khusus. ”Namanya teknik bernapas 1 – 4 – 2: menghirup udara satu hitungan, ditahan empat hitungan, dan dihembuskan dalam dua hitungan. Dan, ketika bernapas perutnya mengembang sehingga paru-paru terisi maksimal,” katanya.

Meski jadwal seminarnya ke berbagai kota sangat padat (rekornya, 52 seminar dalam waktu sebulan), lelaki dengan tinggi badan 183 cm dan berat 81 kg ini ternyata selalu menyempatkan diri untuk lari pagi. Bersepeda atau berenang bersama anak-anak menjadi pilihan lainnya. ”Kalau tidak sempat ya pokoknya menggerak-gerakkan badan, paling tidak 15 menit,” katanya sambil memperagakan gerakan berdiri-jongkok sederhana. Ia juga mengomentari kesalahan yang sering dilakukan orang ketika berolah raga, ”Jangan melawan orang lain, tapi lawanlah jantung kita sendiri.” Ia menyarankan untuk memperhatikan detak jantung kita agar tidak melebihi 220 dikurangi usia dikali 65%, setiap menitnya, saat berolah raga. Kalau tubuh kita terlalu lelah, badan jadi lemas, karena yang dibakar bukan lagi lemak tapi karbohidrat, kata Tung.

Jangan mengasihani diri sendiri

Melihat energinya yang meluap-luap, apakah kata ”sakit” ada dalam kamus hidupnya? ”Ya pasti saya pernah sakit lah!” katanya sambil tergelak, ”kalau tidak pernah sakit, saya tidak akan bisa menikmati rasanya sehat,” begitu jawabnya bijak. ”Saya percaya, sebagian besar penyakit itu datangnya dari pikiran, sebagian kecilnya bersumber dari makanan yang masuk ke mulut, dan faktor luar yang menghantam dari segala penjuru,” katanya.

Menurut Tung, sakit bukanlah saat untuk berhenti. Biarkan pikiran positif tetap mendominasi, dan beraktivitas senormal mungkin. Dengan cara itu, kita justru akan lebih cepat sembuh. Sebaliknya, semakin kita mengasihani diri sendiri, semakin banyak juga energi negatif yang kita terima dari orang-orang yang memperhatikan kita. Akibatnya, proses sembuh menjadi lebih lama.

Menurut pengamatannya, kebiasaan mengeluh dan mengasihani diri sendiri terbentuk sejak masa kanak-kanak. Kita terbiasa mendapatkan pelukan dan perhatian, justru ketika sedang menangis, sakit, atau berduka. Akibatnya, kadang kita tidak sungguh-sungguh sakit., tapi merasa sakit hanya karena ingin mendapat perhatian. ”Kenapa mesti cari perhatian dengan sakit, kalau sebenarnya bisa diperoleh ketika kita berprestasi?” ujarnya.

Karena itu pula, Tung dan istrinya, Suryani Untoro, berusaha memberikan pelukan dan perhatian kepada anaknya dengan cara yang benar. ”Kalau anak saya jatuh (asalkan kondisinya tidak terlalu parah), saya cukup mengawasi dari jauh, dan membiarkan dia bangun sendiri. Saya baru akan memberikan pelukan dan pujian, ketika dia sudah berhasil bangun, dan wajahnya sudah kembali ceria. Kalau masih murung, saya akan menunggunya ceria. Dengan begitu, anak akan menghubungkan perhatian dan pelukan dengan hal-hal yang positif, ” jelasnya.

Menjadi yang terbaik

Bukan Tung Desem Waringin namanya kalau tidak bicara tentang keoptimisannya terhadap kehidupan, pekerjaan, dan uang. Bahkan, di masa serba sulit yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat ini, ia berkata dengan tegas, ”Jangan pernah mengeluh. Ketika kita berkeluh kesah, kita akan mendapatkan apa yang kita keluhkan itu.” Ia menghubungkannya dengan hasil penelitian Masaru Emoto tentang efek kata-kata terhadap air. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air ternyata bisa menangkap dan merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Jika diberi kata-kata yang indah, pujian, dan doa, kristal air akan menjadi indah. Sebaliknya, jika diberi kata-kata yang negatif, kristal air akan berantakan bentuknya. Padahal, 75% tubuh manusia terbentuk dari air. ”Ketika kita mengeluh, kata-kata negatif itu akan direkam oleh molekul air yang mengalir di dalam tubuh kita. Betapa berbahayanya!” Tung mengingatkan.

Bagi orang yang sudah berkecukupan, mungkin mudah untuk tidak mengeluh. Bagaimana dengan orang-orang yang belum beruntung? ”Keberuntungan itu adalah hasil dari persiapan dan peluang,” katanya menegaskan, ”dan peluang ada dalam setiap hal yang kita lihat. Jadi, semua orang pasti bisa beruntung!”

Kepada Nirmala, Tung tak ragu membagikan resepnya untuk menjadi yang terbaik. ”Kita harus punya goal atau tujuan yang tertulis, lengkap dengan waktu pencapaiannya, punya alasan yang kuat untuk mencapainya, dan belajar dari yang terbaik di bidang itu,” sebutnya.

Namun, menurut Tung, ada satu hal yang sering menjadi penghalang untuk meraih sukses. Penghalang itu bernama rasa takut. Tung menyampaikan satu kalimat ampuh untuk menyemangati kita semua, ”Knowing is nothing, action is everything!”

Nah, rahasia sukses dan panjang umur sudah diberikan. Tunggu apa lagi?

BY: Veronica Sri Utami

– tulisan  ini pernah dimuat di majalah NIRMALA edisi Agustus 2008 –