Dan energi-energi positif itu merebak ke angkasa….

Sore itu, setelah kuliah matrikulasi pertama kami di gradschool Univ. Paramadina, bergegas kami saling menghampiri teman-teman, dengan wajah-wajah yang pernah kami jumpai beberapa kali sebelum sore itu. Kalau biasanya kami bertemu dalam suasana penuh ketegangan, menunggu waktu untuk dipanggil masuk ruangan, entah bertemu dengan siapa, entah akan ditanyai tentang apa, dengan bahasa apa, dan entah semua proses ini akan berakhir dengan apa….

Tapi sore ini, kami semua seolah ingin menjabat semua tangan orang-orang itu, dan mengucapkan ”senang bisa bertemu denganmu lagi hari ini…”

Ya, pastinya berbeda dengan mereka yang datang ke lembaga ini dengan biayanya sendiri, atau dibiayai kantornya, yang memang melalui proses berbeda dengan kami, para kuli tinta dan pekerja NGO, yang berusaha memperjuangkan keberuntungan lewat jalur beasiswa. Sampainya kami di titik ini, seperti sebuah anugerah. Tak peduli apakah dia dapat beasiswa penuh, setengah, sepertiga atau bahkan sepersepuluh. Tapi hari ini (dan tentu saja hari-hari selanjutnya, semoga) seperti sebuah hadiah, yang seperti membuat kami punya hak lebih banyak untuk menarik napas lega dan berteriak sekuatnya, bahagia…

Tentu itu tak kami lakukan kalau tak ingin di cap sebagai pengganggu ketenangan dan tata aturan. Maka inilah yang kami lakukan. Saling menjabat erat tangan, dan bahkan berpelukan. Bertukar kartu nama dan cerita, dan tentu saja, saling memberi semangat, menjanjikan persahabatan dan kebersamaan, di sepanjang perjalanan baru yang harus kami tempuh ini…….

Terselip sebuah doa, semoga energi-energi positif ini menghantarkan kami ke tempat yang lebih tinggi…