anies baswedan: pendidikan adalah alat untuk merekayasa masa depan…

kuliah umum bersama rektor paramadina, Anies Baswedan, malam ini, memberi kesan tersendiri untukku..

Pertama, Anies Baswedan himself, dengan sikap dan kata-katanya yang menyiratkan pengetahuan dan pandangan yang luas, namun tetap santun dan penuh kerendahan hati, sudah menjadi “magnet” tersendiri..

tak heran jika, …………(maaf, saya lupa namanya), seorang pimpinan di Indika Energy, salah satu perusahaan yang peduli pada pendidikan dengan memberikan fellowship melalui Paramadina, bersama dengan Medco Energy – dan saya adalah salah satu penerima kebaikan hatinya (thanks alot!) – sempat terbata-bata, dan bahkan mengakui bahwa ia selalu “bergetar” ketika menyebutkan nama Anies Baswedan yang sangat dikaguminya sebagai tokoh muda yang tak hanya dikenal di Indonesia tapi juga di Asia Pasidik sebagai seorang tokoh yang paling berpengaruh.

Pemikirannya dan kepeduliannya akan dunia kependidikan, hanya bisa saya ungkap dalam satu kata: WOW!!

Ia mengatakan bahwa pendidikan adalah alat untuk merekayasa masa depan. Ia juga menceritakan rentetan sejarah pendidikan di Indonesia, yang memang, mau tak mau, harus diakui, kemajuannya cukup pesat. jarang memang, kita mendengar “sisi positif”  dari pendidikan Indonesia diceritakan secara gamblang. Dan, malam ini, saya mendengarnya. Meski tetap dengan banyak file-file “negatif” yang sudah terekam di otak saya, kata-kata Pak Anies malam itu memastikan, “We should be proud to our country!”

harus diakui, selama ini kita sudah sering dicuci otak tentang betapa bobroknya negara kita tercinta ini, sampai-sampai kita lupa untuk sedikit membanggakannya…
bahkan, sering juga kebablasan, hingga berita buruk itu tak cuma jadi konsumsi dalam negri, tapi juga itu yang selalu didengungkan keluar. Akibatnya, tak ada nilai positif yang bisa dilihat oleh orang di luar Indonesia tentang negri kita ini.. (Mungkin kecuali surga kecil di Bali Island ya…)

tentu saja, kebanggan tidak cukup. kita tidak bisa berhenti di situ. Tetap harus ada sebuha rencana besar, untuk mengubah masa depan ini lebih baik lagi.

satu tema paling berkesan, tentang pendidikan yang diungkap pak Anies adalah konsep “pay back!”
siapapun yang sudah berhasil, harus membayar kembali biaya pendidikan yang sudah didapatnya (tentu dengan harga yang disesuaikan dengan masa ia membayar kembali, bukan masa ketika ia menempuh pendidikan dahulu). Dengan begitu, kita, masing-masing, telah membantu sebuha proses “rekayasa” masa depan dari satu atau lebih anak bangsa.

Ya, sejak awal kuliahnya, ia sudah mengungkap hal itu. bahwa kita, selalu bisa membuat tempat kita  berada ini lebih maju lagi. dengan cara apa pun.
Gedung Energy, lantai 22, tempat perkuliahan S2 paramadina diselenggarakan, dikatakan sengaja dipilih, untuk memberikan kesempatan kepada kami melihat kota jakarta dari atas. “Kita bisa melihat betapa negara kita ini membangun dengan demikian pesat. Dan kita jadi bersemangat untuk membangunnya lebih maju lagi!”

Jadi? setuju untuk “bayar balik” biaya pendidikan kita untuk generasi berikutnya??

🙂