Mencari Harta karun di ujung pelangi

(Lelakon ini saya buat bberapa tahun lalu, ketika kantor saya berencana membuat kegiatan amal di sebuah rumah, tempa singgah anak-anak yang sedang menjalani perawatan kanker. persiapan sudah dilakukan, termasuk cerita ini, yang rencananya akan kami pentaskan dengan beberapa boneka, tapi saya lupa alasan persisnya, acara tersebut batal berlangsung. Saya share-kan di sini, semoga ada manfaanya.

Ide besar cerita ini tentulah dari orang lain, yang pernah saya baca di sebuah majalah anak-anak, sepertinya pun ketika saya masih kanak-kanak, dan entah mengapa begitu kuat tertanam di memori saya, sehingga ketika saya diberi tugas menyiapkan cerita boneka,tema cerita ini keluar begitu saya dari tumpukan memori saya……)

Narator: Suatu hari , di hutan sukacita, terlihat sebuah pelangi yang indaaa..h sekali!

(Mungkin anak-anak bisa diajak nyanyi ”Pelangi” sama-sama….) sambil anak-anak bernyanyi, dibentangkan sebuah kertas bergambar pelangi – kalau ada)

 

Anjing biru: Wah, ada pelangi! Aku pernah dengar, kalau di ujung pelangi itu ada harta karun yang bisa bikin aku kaya raya! Ah, aku mau cari ujung pelangi ah!

Anjing merah : Aku ikut!!

 

 

Narator: Dalam perjalanan menuju ujung pelangi, serigala bertemu dengan seekor kuda, yang jalannya tertatih-tatih…

 

Kuda: Hai Anjing! Apa kabar??

Anjing biru: baik, kuda! Kami mau ke ujung pelangi nih! Mau cari harta karun!

Kuda: Sebelum kalian pergi, maukah kau menolongku? Kakiku sakii..it sekali untuk berjalan. Tolong lihat, ada apa sebenarnya?? Seperti tertusuk duri rasanya!

Anjing biru: Aduh kuda! Aku gak sempet ah! Nanti pelanginya keburu hilang.

Anjing merah: Tenang kuda, biar aku saja nanti yang melihatnya.

Anjing biru: tapi nanti pelanginya keburu hilang loh!

Anjing merah: gak papa! Kau duluan saja! kAsihan kuda ini, jalannya sampai terpincang-pincang karena duri di kakinya.. aku mau menolongnya dulu!

Anjing biru: ya sudah kalau begitu! Da…..

 

Narator: Akhirnya, si Anjing (Biru) meninggalkan kudan dan anjing merah. Tak berapa lama, ia bertemu dengan seekor bebek yang suaranya serak.

 

Bebek: Hai Anjing Biru! Kau kelihatan buru-buru sekali! Mau ke mana?

Anjing Biru: aku mau ke ujung pelangi, mau cari harta karun!! Udah dulu ya! Keburu pelanginya hilang nih!

Bebek: Aduh anjing, tunggu sebentar dong, boleh enggak aku minta tolong lihatkan leherku? Rasanya sakit sekali nih! Sepertinya ada yang tersangkut! Tolong ya??

Anjing biru: aduh bebek…. aku kan sudah bilang, aku buru-buru! Nanti aja deh!

 

Narator: Si Anjing biru segera meninggalkan bebek yang masih merasakan kesakitan di lehernya. Anjing biru berlari makin kencang, sampai akhirnya ia menubruk sebatang pohon yang daun2nya layu, dan hampir mati.

 

Anjing: Aduh! Aduh pohon! Kamu kok ngehalangin jalanku aja sih!? Kan sakit nih!!

Pohon: Anjing, kan aku dari dulu ada di sini…. Kenapa bisa kamu tidak melihatkuKelihatannya sangat terburu-buru, mau ngapain sih?

Anjing: Aku mau cari harta karun di ujung pelangi nih! Aduu..uh, gara-gara kamu aku jadi gak bisa lari cepet nih! Kakiku sakit sekali! Kalo pelanginya sampai hilang sebelum aku sampai sana, ini pasti gara-gara kamu!

Pohon: Loh, kok gitu sih??

Pohon: Eh anjing, ngomong-ngomong, kamu mau gak nolongin aku? Kayaknya akarku ini menabrak sesuatu deh! Jadi, aku tidak bisa mengambil makanan dan air di tanah. Itulah kenapa pohonku kering, layu dan hampir mati. Tolong liatin ya!

Anjing: Enak aja! Udah bikin aku kesandung, masih minta tolong lagi! Gak mau ah!

 

Narator: Dan, anjing biru itu pun segera meninggalkan pohon yang sedang kehausan dan kelaparan, karena akarnya terhalang untuk mengambil sari-sari makanan dari dalam tanah. Entah apa yang menghalanginya…

 

Anjing itu terus berjalan sambil terpincang-pincang, karena masih sakit akibat menabrak pohon tadi. Dan, sampailah ia di ujung pelang.

 

Anjing biru: ahkirnya!! Sampai juga…………..

(mencari cari) Aduu..uh kok gak ada sih?? (berulang2)..

 

Narator: Akhirnya, karena sudah kelaparan dan kehausan, anjing biru kembali dengan tertatih2. Di tengah jalan, ia bertemu dengan anjing merah, temannya, yang ternyata sudah kaya raya. Lihatlah, ia kini membawa sebuah kotak harta karun yang penuh dengan uang emas, juga berlian dan permata.

 

Anjing biru: Anjing merah? Kok kamu sekarang kaya raya? Dapat harta dari mana? Emang ada pelangi di mana lagi?

Anjing merah: hahahaha…. anjing biru, aku dapetin semua ini bukan di ujung pelangi kok! Aku mendapatkannya karena menolong sesama.

Anjing biru: Menolong siapa sih? Aku tadi tidak melihat pengemis, atau gelandangan, atau orang-orang miskin yang perlu pertolongan?

Anjig merah: Tapi kau bertemu dengan bebek, dan pohon kan?

Anjing biru: Iya. Emangnya kenapa?

Anjing merah: Kamu inget, kita pertama bertemu sama kuda yang pincang? Ternyata, ada sebuah peniti dari emas yang menusuk kakinya. Kuambilkan, dan peniti emas itu kini diberikan padaku…

Lalu, Bebak yang suaranya serak tadi, setelah kulihat, ternyata ada sebutir mutiara yang nyangkut di tenggorokannya. Pantas saja, tenggorokannya jadi sakit. Setelah kubantu mengeluarkan, dia memberikan mutiara itu juga kepadaku..

Nah, yang terakhir, pohon yang hampir mati. Srtelah kugali sedikit, ternyata ada peti harta karun ini di dekat akarnya.. Itulah yang menghalanginya. Setelah kotak ini kupindahkan, pohon malah menyuruhku untuk membawanya.. jadi, semua ini jadi milikku!!

Anjing biru: Ya ampuuuu..unnn!!! Ternyata hartanya bulan di ujugn pelangi!

 

Narator: Iya, harta karun tidak ada di ujung pelangi. Harta karun akan kita temukan setiap hari, jika kita baik hati pada semua orang. Pada ibu, pada ayah, pada teman-teman, pada dokter, pada perawat, dan pada siapa saja!!!

Tidak selalu berupa emas, intan atau mutiara, tapi bisa jug aberupa senyuman, pujian, hiburan, atau apa pun juga yang bisa membuat kita bahagia!!!