Ada banyak cara mensyukuri hidup….

4 maret, adalah salah satu tanggal penting di keluarga kami. karena hari itulah, Kilau Lintang Nugroho, lahir ke dunia, menjadi bagian dari keluarga kecil ini…

Lintang, sangat menikmati hari ini, khususnya moment meniup lilin ulang tahunnya…

Mau bagi-bagi kue ke tetangga, sebelum masuk ke kardus-kardus kecil, maka kue dalam kardus besar itu pun harus didekatkan ke lilin, lalu ditiup setelah sebelumnya nyanyi “Selamat Ulang Tahun…”

Sorenya, ketika si Bapak datang dengan membawa sebuah kue tart kecil untuk dimakan bertiga, dengan semangat ia mengajak sang Bapak untuk segera menyiapkan lilinnya…

Kado ulang tahun, yang juga sering dihubungkan dengan hari bersejarah ini, ternyata juga tidak (atau belum ya?) menarik perhatiannya. Sore hari, seorang tante menelepon Lintang, mengucapkan selamat ulang tahun, lalu bertanya, “Lintang mau kado apa?”

Kami, Bapak dan Ibunya,  dengan semangat langsung membisikinya berbagai jawaban, “Minta buku Tang! Minta Gitar Tang!” dst..dst… tapi coba dengar apa jawaban Lintang, “Stiker-stikeran aja deh tante….”

yaelah…. Bapak dan ibunya langsung tersenyum kecut, sementara sang tante di sebrang sana tertawa senang, dompetnya tak kan terkuras banyak buat kado permintaan sang ponakan, “Wah, Lintang emang baik ya… Oke, besok Tate beliin stiker yang banyak deh!”

Ya. Itulah Lintang. Lelaki kecil yang tengah menikmati kesempatan meniup lilin ulang tahunnya yang ke-3 ini.  Meski aku yakin, seiring bertambah umurnya kelak, pasti ia akan punya banyak cara lain menikmati hari kelahirannya itu. Saat ia sudah mulai sekolah, mungkin ia akan menikmati saat memotong kue di depan teman-teman sekolahnya, lalu ketika ia menjadi lelaki muda, menunggu kado kejutan dari gadis pujaan hatinya,  dan jika usianya bertambah dewasa nanti, mungkin ia akan merayakan hari itu dengan diam, mensyukuri kehidupan yang boleh dinikmatinya, hari-hari panjang yang telah dilaluinya, sambil menyusun mimpi-mimpi besarnya untuk kehidupan di depan…

Apa pun caranya menikmati hari bersejarah itu, maka di belakangnya akan ada seorang ibu, yang menikmati hari itu, dengan mengenang saat-saat ia mulai menghirup udara dunia, mensyukuri kehadirannya yang memberi warna baru untuk hidupnya, sekaligus mendoakannya, untuk menjadi yang terbaik, bagi dirinya, bagi orang lain di sekitarnya, dan tentu saja, bagi Tuhan, sang pencipta…

Selamat ulang tahun, Tang! Selamat menikmati indahnya dunia ya, anakku sayang….🙂

Maret, 2011

Ibu.