Aku mau duduk sendiri! Gak usah dipegangin!

*pernah di publish di http://veronicasriutami.blog.friendster.com/2009/04/aku-mau-duduk-…sah-dipegangin

kalimat itu diucapkan seorang perempuan kecil berusia sekitar 3 tahun, yang bersama ibunya menjadi temanku menumpang angkot pagi itu…

dengan tangannya, ia berusaha menepis lengan ibunya yang berusaha melingkari tubuhnya, menjaganya agar tak terjungkal ke depan ketika angkot terguncang-guncang.
“Gak usah dipegangin!” teriaknya protes.

Tentu saja sang ibu tak menuruti begitu saja. bahaya memang, karena kaki sang anak itu pun belum sampai untuk menapak di lantai angkot. Ketika jalan tak rata, atau ada polisi tidur, badannya dengan mudah akan terjungkal ke depan atau ke belakang tanpa bisa ditahan. “Nanti kamu jatuh, Nak..,” jawab sang ibu dengan lembut.

Dan, sang anak pun tak berputus asa menepis dan menyingkir dari lingkaran sayang lengan sang ibu..

sampai akhirnya, ketika angkot itu satu-per satu bangkunya penuh terisi, sang ibu pun mengangkatnya ke pangkuan, agar sang abang sopir tak membentaknya dengan seruan, “Anaknya Dipangku bu! kalo enggak bayar!”

Dan, perempuan kecil itu pun menangis sambil berteriak kesal, “HUaaaaa…….., aku mau duduk sendiri!!”

Sang ibu yang berupaya keras untuk membujuknya tak dipedulikan.ia terus menangis, meminta kursinya yang kini telah diduduki orang…

Meski kasihan juga melihat si perempuan kecil yang menangis putus asa begitu, sedikit tersenyum kecil juga aku di dalam hati…

“Lha wong anak kecil aja sudah pengen menunjukkan eksistensinya, jangan heran kalo liat orang-orang tua yang berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya, Ver!”

Hehehe….

kalau si perempuan kecil itu hanya bisa menangis meminta haknya untuk duduk sendiri, maka usaha orang-orang tua ini untuk eksis bisa muncul dalam berbagai bentuk. Salah satunya: galak banget (biar loe tahu siapa gue!).

Masuk akal kan?

sementara, dari cerita beberapa kawan, upaya menunjukkan eksistensi yang (biasanya) menyebalkan untuk orang lain adalah:

sok tahu (biar loe tahu kalo pengalaman dan pengetahuan gue lebih banyak dari loe!)
cemburuan, atau overprotektif (biar loe tahu kalo gue berkuasa atas diri loe!),
atau justru peragu dan pemalu (karena berdasar pengalaman, hak untuk eksis itu tak pernah kudapatkan…)

Apakah sifat Anda ada di dalam salah satunya?

hhehehe….
tak apa.
wajar jika manusia butuh eksis di lingkungannya.
tapi satu yang tak boleh dilupa,
jangan sampai, usaha untuk eksis itu merampas hak orang lain untuk bahagia……

by: Veronica Sri Utami
April 2009
Semoga semua orang bahagia…………………..🙂