basah kuyup diguyur mobil ngebut

pernah di published di http://veronicasriutami.blog.friendster.com/2009/01/basah-kuyup-di…r-mobil-ngebut/

Beberapa hari belakangan ini, jakarta dan sekitarnya diguyur hujan tiada henti..

seperti pagi ini. sejak dari rumah, hujan sudah menemani keberangkatanku ke kantor. alhasil, kostum pun disesuaikan. dengan jaket menempel di badan, sandal jepit, dan payung di tangan, saya meninggalkan rumah, setelah mencium Lintang, jagoan kecilku yang kubanggakan.

Perjalanan di angkot dari rumah sampai Gintung biasa saja. hanya sedikit lebih macet dari biasa. Tapi itu biasa, karena entah kenapa, orang jakarta ini radha heboh soal hujan. asal hujan besar sedikit saja, jalanan langsung macet! entah karena banjir, karena orang tak sabar untuk segera sampai di tujuan, atau kenapa, tak jelas alasannya…

sesampainya di Gintung, seperti biasa saya segera mencegat angkot, apa pun itu yang bisa membawa saya sampai ke seberang kantor. dan, yang jadi pilihanku hari itu adalah angkot 08 Lebak Bulus-Bintaro.

hampir semua temapt sudah terisi, yang tersisa tinggal bangku tambahan, yang menghadap ke belakang. dan duduklah saya di situ..

ternyata, hujan deras yang mengguyur pagi itu, membuat sebagian jalan Ciputat raya banjir. jadilah, angkot yang saya tumpangi berjalan di jalur tengah, karena jalur paling kiri penuh dengan air.

Tiba-tiba, tanpa dinyana dan tanpa disangka, sebuah mobil yang tak sempat saya lihat apa jenisnya dan apa warnanya, melintas cepat di sebelah kiri angkot saya, yang notabene penuh dengan air. Satu detik!! Dan…kau tahu akibatnya??? Tepat sekali!!

Byyuuuuu…uuur!!!! berliter-liter air cokelat itu mangguyur masuk ke dalam angkot. Dan siapa yang kena paling banyak??? tentu saja aku, sang penjaga pintu!!!

Seorang lelaki di sebelah saya bereaksi cepat, mengeluarkan kepalanya dan menyumpah-nyumpah mobil itu.

sementara saya, yang entah kenapa, justru jadi tak bisa berkata-kata. Kaget, bingung awalnya, yang sedetik kemudian berubah menjadi sebel!! mangkel!!

detik kemudian yang terasa adalah kedinginan, brrr…..rrr.

karena ternyata, jaket yang saya kenakan pun tak mampu menahan guyuran, sehingga basahnya tembus ke dalam. Apalagi celana panjang saya, yang baru pagi ini saya keluarkan dari lemari, dan seharusnya bertugas menemani saya sampai esok hari. celana kesayangan, yang warnanya tak lagi jelas, cokelat, hijau taua abu-abu ini basah dari atas ke bawah, dan tentu saja, tembus ke dalam!!! Haduuu…uh!!

lelaki di samping saya, memandang kasihan, sambil berkomentar, “adu..uh, ibu basah banget ya!” dalam hati kujawab,” ya iyalah!!!” tapi sebagai tanda terimakasihku atas simpatinya, maka kuberikan padanya sebuah senyuman getir. hehehehe…

untunglah, sesampainya di kantor, mbak Tuti memberi solusi, dia punya stok kaos polo shirt, sisa acara Mind and Body Detox Nirmala, entah tahun berapa. Dan, demi melihat celana panjangku yang tak mungkin lagi dibilang kering, Prita, temanku yang selalu terlihat feminin, meminjamkan rok yang ternyata selalu disediakannya di laci meja.

Haduh! rok??? itulah sebenarnya reaksi pertama yang keluar dari otakku.

karena entah sudah berapa tahun lamanya, sebuah jenis pakaian bernama rok itu tak pernah lagi jadi bagian hidupku. Aneh rasanya, hanya berbalutkan kain, yang juga terus berkibar ketika angin datang. Karena itulah, hampir sepanjang waktu kupilih celana panjang. simpel, praktis, dan tentu saja aman dari hembusan angin.🙂

Tapi karena tak ada pilihan lain, dan tak mungkin tetap kupakai celana dan baju basah itu sampai sore, maka kuterimalah kaos ungu, dan rok prita (yang tepatnya adalah sarung dengan karet di pinggangnya- buah karya prita – wanita yang memang selalu tampil feminin dan manis, dengan model pakaian apa pun, bahkan yang sangat sederhana seperti sarung yang dikaretin ini. hihihi… beneran deh prit!!)

Tentu saja rasanya aneh. karena bukan Vera yang biasa.

Dan, tentu saja, komentar-komentar usil harus siap kudengar. Tumben Ver pake rok? Udah mulai pengen berpenampilan ibu-ibu nih? Waduh, ungu nih ye! dan tak ketinggalah, pendapat jujur mbak ani, yang membuatku makin salah tingkah dengan “kostum” kecelakaan ini. Mbak ani, dengan wajah keibuannya bilang, “Kaya habis melahirkan dek!” aduuu..uh!

tapi sudahlah, hari ini memang harus dilalui kan? NIkmati saja!

Dan memang, dengan “kostum aneh” ini, kenangan masa lalu, 3 tahun di sebuah asrama di kota muntilan kembali menyeruak. Ialah, saat-saat ketika kami berulang tahun. Bukannya senang, aku dulu justru deg-degan. karena pasti akan ada keusilan teman-teman, yang mewajibkan kami tampil aneh sehari itu.

Dengan rambut kuncir 5, atau 10 jika mungkin, tentu saja dengan karet warna-warni, plus kaos kaki panjang bergaris warna-warni, yang entah siapa yang punya (kok ya bisa beli kaos kaki model begituan, apa tega makenya??), dst..dst… keanehan lain yang akan membuat kita jadi pusat perhatian sepanjang hari ulang tahun itu.

hahahhahaha… indah juga mengenang masa lalu.

Hayo Tika, Berta, Onyx, Siwi, Lia, Hani, Cimot, dan semuanya ex Van Lith Muntilan. Ingatkah kalian pada saat indah (baca: memalukan) itu??

jika mau menikmati lagi rasanya, cobalah memakai “kostum” aneh yang tak pernah kau pakai sebelumnya. Dan kau akan jadi pusat perhatian sepanjang hari!!!🙂

by: Veronica Sri Utami

(Ketika Ciputat dan sekitarnya diguyur hujan…)