nikmati saja harumnya………

*pernah dipublish di http://veronicasriutami.blog.friendster.com/2008/10/nikmati-saja-harumnya *

pewangi ruangan ini berapa harganya mbak?

satu botolnya harganya 850.000

Bisa tahan berapa hari mbak?

bisa kepake 2 hari.

berarti 1 harinya 400 ribu cuma keluar melayang di udara?

iya ya…

Wak?????

———————————————————–

hhhhh………..

percakapan singkat tentang pewangi ruangan milik “sang maharaja” ini cukup bikin sesak di dada.

bentuknya sederhana, sebuah botol kaca, seperti botol parfum, tetapi dengan sebuah pembakar dari logam tembaga di bagian atasnya.

Si mbak yang kutanya itu tiap pagi bertugas membakar ujung logam tembaga itu. Api besar akan menyala, menjilat-jilat ke sana kemari. Diamkan sebentar, lalu setelah dimatikan, panasnya akan menguapkan cairang wangi yang ada di dalam botol kaca itu.

aku sendiri tidak tahu bagaimana tepatnya. tapi kalau kau tanyakan pada suamiku tercinta, dia pasti akan menjelaskannya dengan panjang lebar. mulai dari energi panas, proses penguapan, pelepasan molekul hingga masuk dalam indera penciuman, dan entah teori apa lagi yang berjejalan di kepalanya akan meluncur dengan manisnya… (hihihi…peace mas!)

Sebelum makan siang tadi, ketika botol pewangi ruangan itu kami lewati (dan baru tersedot harumnya), tiba-tiba ada yang iseng tanya berapa harganya. dan terungkaplah 400 ribu yang terbuang ke udara setiap harinya itu.

Alamak….

langsung terbayang orang-orang yang mencari 5000 rupiah aja tiap hari buat makan hari itu harus berpanas-panas cari pagi sampe malam.

gak usah jauh-jauh, terbayang juga hidup kami, anak buah sang maharaja, pemilik pewangi ruangan itu, yang gajinya tak lebih dari  10 kali harga pewangi ruangan itu.

Ampuuuuuun……

pengin rasanya bisa mengumpulkan molekul-molekul wangi itu, lalu kami tukarkan pada seorang penadah barang bekas, agar bisa jadi “mentahan”.

HHhhhh……,

hanya bisa mengelus dada…

LAngsung muncullah berbagai  kata-kata tak positif yang membuat kami semakin merasa dunia ini tak adil.

Tiba-tiba, Mbak Tutik, sang ibu bijaksana, mengeluarkan sebuah kalimat yang terdengar merdu di telinga, dan hilangkan semua penat di dada.

“udah, nikmati saja harumnya…….”🙂

9 Oktober 2008

By: Veronica Sri Utami

ketika hanya bisa berkata “nikmati saja harumnya” (Trims mbak Tut!)