Percakapan seorang anak dan ibunya di angkot pagi tadi..

pernah dipublish di http://veronicasriutami.blog.friendster.com/2009/02/percakapan-seo…gkot-pagi-tadi/

“Diem deh! berisik amat sih kamu!” kata ibu itu, ketika anaknya terus bertanya tentang apa itu play group? berapa usia anak yang masuk play group? Apakah Siti, teman mainnya di rumah termasuk dalam kelompok anak yang masuk play group? apa bedanya dengan TK, dan seterusnya dan seterusnya…

“Masya ala..h!” begitu keluh sang ibu seolah-olah anaknya melakukan sesuatu yang tak masuk akal, dan merugikannya sekali, padahal sang anak hanya minta tolong (dan benar-benar diucapkannya dengan kata tolong…) untuk dibawakan tasnya sebentar, sementara ia ingin membuka jendela angkot di belakangnya. Mungkin karena ia merasa gerah..

“kamu kurang ajar banget sih sama orang tua!” bentak sang ibu sambil memukul lengan anaknya, ketika lelaki kecil berseragam SD itu meminta ibunya untuk sedikit bergeser, agar ia punya ruang di sisinya untuk meletakkan tas, yang mungkin terasa berat membebani pangkuannya. Dan, lelaki kecil yang merasa kesakitan itu pun membalas pukulan ibunya, sambil protes tak terima, “Kenapa sih? sakit tahu!”

“kamu belagu amat sih! masih kecil aja udah belagu gitu, gimana ntar kalo udah gede!” bentak si ibu, ketika anaknya balas memukulnya. Dan, sang anak hanya diam, sambil memain-mainkan kakinya, ke depan dan ke belakang. Mungkin ia bingung apa maksud perkataan ibunya.

haduu..uh, miris hatiku melihat adegan sepanjang perjalanannku di angkot tadi pagi.
Ingin aku berkata pada sang ibu:

“Ibu, jika kau ingin anakmu jadi manusia yang cerdas, maka perlakukan juga dia dengan cerdas. Penuhilah keingintahuannya akan segala sesuatu, karena ia memang belum tahu, dan ingin tahu.”

“ibu, kalau kau ingin anakmu sopan, maka berkata-katalah padanya juga dengan nada dan kosa kata yang sopan”

“Kalau kau tak ingin anakmu kurang ajar, belagu, dan segala hal negatif lainnya, jangan pernah ucapkan kata itu di telinganya, karena sesungguhnya ia tak pernah akan tahu segala kekurangajaran dan kebelaguan, jika tak kau berikan “panggilan” itu padanya.

“ibu, kalau kau ingin anakmu kelak berhati lembut, dan tak menggunakan kekerasan untuk memuaskan keinginannya, jangan kau berikan kekerasan padanya.”

jadi ingat kalimat seorang nanny, dalam acara nanny 911 di Metro TV, “anak akan menirukan intonasi dan ucapan, dan perilaku orang tuanya.”

karena anak adalah seorang peniru, maka Ketika dia memukulmu, ingat-ingatlahlah: apakah kau juga pernah memukulnya?
Jika ia membentakmu, ingat-ingatlahlah: apakah kau juga pernah membentaknya?

kalau semua jawabannya adalah ya! lalu apakah anakmu patut disalahkan atas tindakannya??

Februari 2009

by: Veronica Sri Utami
Serasa pengin jadi pembela hak-hak anak…