Akankah PR di Indonesia “kawin” dengan Internet?

ditulis sebagai tugas kuiah di Paramadina Graduate School
Oleh: Veronica Sri Utami
Dalam tulisan yang berjudul “Masa Depan PR dan Media Sosial” digambarkan betapa majunya (atau lebih tepatnya, betapa berubahnya pola-pola aktivitas PR sehubungan dengan pemanfaatan media sosial di internet yang makin berkembang.
Salah satunya dikatakan bahwa era pengiriman press release lewat mesin fax dan email sudah “tidak jaman” lagi. Tapi menurut saya, kondisi ini belum terlalu terlihat di Indonesia. Di ruang-ruang redaksi masih sering terlihat lembaran press release keluar dari mesin faks, dan bahkan saya, dalam tugas saya sebagai jurnalis masih beberapa kali menerima release dari sebuah perusahaan – biasanya berisi info-info produk – yang dikirimkan via pos, berisi beberapa lembar release dan biasanya disertai satu buah CD berisi info produk.
Hal lain yang disoroti dalam artikel itu adalah digunakannya media-media sosial untuk menyampaikan release, dengan bentuk yang memungkinkan terjadinya interaksi timbal-balik. Tampaknya ini pun belum terlalu berjalan di Indonesia. Release menurut saya masih bersifat satu arah, diberikan oleh pihak corporate kepada media, dan selanjutnya, “Terserah Anda…”
Beberapa corporasi memang sudah menggunakan website sebagai sarana sosialisasi program-program atau pencapaiannya. Tapi yang dituliskan dalam artikel itu – mengarahkan wartawan ke site tertentu yang berisi info tentang perusahaan tampaknya juga belum terlalu sering dilakukan. Akibatnya, website perusahaan menurut saya juga jarang dikunjungi oleh wartawan untuk mencari berita-berita terbaru. Mungkin hanya akan dilirik ketika tercium “bau” dari suatu perusahaan yang layak jadi berita.
Namun bagaimanapun juga, karena internet dan perkembangannya terus berkembang. Maka kondisi kemajuan yang telah terjadi di bagian lain dari dunia ini, pastinya nanti akan sampai di Indonesia juga. Dan menurut saya, banyak sisi positif yang bisa diambil dari pemanfaatan media sosial sebagai alat penyampai pesan korporasi. Efektif dan efisien, tentu saja (dengan syarat semua pelaku PR dan juga media sudah benar-benar melek internet dan terlibat aktif dalam dunia media sosial tersebut.….