You are all my heroes! (Anda Semua Pahlawan Saya)

“Tukang angkot sama Ojeg itu pahlawan kita ya Bu?” begitu kata Lintang, anak saya, suatu kali. Lintang adalah penggemar film kartun anak yang berjudul Higgly Town Heroes. Film kartun serial, yang dalam setiap episodenya menampilkan pahlawan-pahlawan sebuah kota bernama Higgly.

Sosok pahlawannya bisa seorang penjual pizza – ketika anak-anak kota higgly itu tengah kelaparan, bisa seorang tukang pos – ketika seorang anak Higgly merindukan kakeknya yang tinggal di kota yang jauh, bisa seorang pemadam kebakaran – ketika seekor kucing Higgly tak bisa turun dari pohon yang tinggi, seorang tukang ledeng – ketika saluran air kita higgly tersumbat adonan pizza raksasa, dan sebagainya….

Tak heran jika Lintang kemudian menyebut tukang ojeg dan tukang angkot – yang setiap hari mengantarnya ke dan dari sekolah – sebagai pahlawan.

Belajar dari Lintang, dan film yang ditontonnya, di titik ini, ketika pak Anies Baswedan – Rektor Universitas Paramadina, menyerahkan selembar ijazah bersanding dengan daftar nilai yang menambahkan gelar M.I.Kom di belakang nama saya, saya menyadari bahwa ada banyak pahlawan di belakang moment itu. Ingin rasanya saya punya mikrophone yang bisa meneruskan suara saya sampai ke seluruh sudut semesta, untuk meneriakkan kata “Terima kasih” untuk semua pahlawan saya.

Kepada Tuhan sang Pencipta Semesta,
kedua orang tua saya, tentu saja – yang menjadi awal terjadinya “saya” dan yang selalu mensupport dengan doa, untuk perjalanan-perjalanan saya berikutnya.
Untuk Prita – orang pertama, yang meneruskan berita “Paramadina punya beasiswa S2 untuk jurnalis loh Mbak!” ke telinga saya.
Mas Kunto, Pak Anwar, en Mbak Ani yang ureg-ureg-nya di surat referensi ikut memuluskan jalan saya.
Paramadina dan Medco Energy, tentu saja, dengan fellowship-nya yang memungkinkan saya melangkah hingga ke titik ini.
Semua dosen yang dengan rela membagikan ilmu dalam otaknya, untuk kami murid-muridnya.
teman-teman kelas corporate communication – Doddy, Ardi, Muna, Mbak Novi, Mas Nuri, Pak Kartono, Mbak Tatik, Pita, Asep – yang dengan pengalaman dan perjalanannya masing-masing, yang tak pernah ragu di-share di kelas-kelas malam kami, menambah “ilmu” buat saya.
Khusus buat sang ketua kelas Doddy, yang “memudahkan’ banyak hal..🙂
Majalah NIRMALA, yang dengan rela hati mengijinkan saya untuk mengintip “dapur”-nya, sebagai bahan thesis saya – Strategi online untuk perusahaan penerbitan majalah, studi kasus di http://www.nirmalamagazine.com.
Pak Putut, director Paramadina Graduate School of Communication sekaligus dosen pembimbing thesis saya, yang ikut mumet membaca beratus-ratus lembar tulisan saya yang bolak-balik minta koreksi..
Yohan, Tika, Ardi, para “editor” yang membantu memoles thesis saya…
Yang pasti, Mas Silo dan Lintang, dua lelaki tercinta, yang rela selama beberapa lama “dikalahkan” oleh urusan kuliah, kampus, thsis, pulang malem, dan sebagainya…
Dan semua orang lain baik yang saya kenal maupun tidak, yang ikut mengantarkan saya sampai ke titik ini, termasuk tukang soto, tukang mi ayam, tukang nasi goreng yang menyuplai energi untuk malam hari saya, juga para tukang ojeg dan supir bis yang stand by sampai malam, hingga saya tetap bisa pulang dengan selamat sampai di rumah, meski sudah larut malam.
Untuk semua orang – baik yang saya sebut maupun terlewat – dari hati yang terdalam, saya ucapkan TERIMA KASIH. BERIBU-RIBU TERIMA KASIH……

Jakarta, April 2012