Mata kuliah: Uang

“Aku perlu dikasih tugas bu, bosen aku!” kata anak kecil ini. Ibunya emang lagi nggak bisa nemenin full, kerena lg “nyambi” ngajar online. Maka saya buatkanlah satu halaman penuh bentuk angka, biar dia sibuk mewarnai, trus saya bisa “masuk kelas” lagi… 🙂


Setelah beberapa saat sibuk sendiri, tiba-tiba dia tanya, “Ibu, aku kalau selesai mewarnai dan nulis-nulis, bakal dapat uang nggak sih?”
Waduh…apaan nih, kok tetiba kepikiran pengin dapet uang. “Iya bu, aku pengin punya uang sendiri, biar bisa beli es krim sendiri…” katanya.


Baiklah….menurut saya, meski kayaknya cuman sebatas “pengen beli es krim”, ini pertanyaan yang rada butuh jawaban panjang lebar. iya sih, mungkin akan lebih hemat waktu dan tenaga, tinggal diiyain, aja, kasih duit koin pas mewarnainya selesai, mungkin akan selesai juga pertanyaannya. tapi kok, saya nggak merasa tepat melakukan itu. Maka sambil ngajar di laptop, saya “buka kelas baru” buat si anak kecil ini.


eh…tapi saya nggak lagi curhat tentang peran multifungsi banyak ibu2 di era new normal ini ya. Ya “ngantor”, ya “mbabu”, ya jadi ibu, ya jadi “guru” juga, apalagi kalo anaknya masih usia yang butuh didampingi sepanjang waktu saat sekolah online – karena masih harus diajarin pegang pensil yang bener, bentuk huruf dan angka yang bener, cara mewarnai yang lebih rapi, mesti ditemenin waktu pegang gunting kalau lagi potong2, atau waktu pakai lem, kalau nggak pengen semuanya yang mau dilem (dan bahkan yang enggak) malah nempel ke tangan, dst..dst…
(Heh! ver! katanya nggak mau curhat, lah kok panjang amat! *tepokjidat.)


Eh, enggak kok, nggak curhat. cuman cerita. Meski emang kalau di kelas di laptop lagi ada pembahasan tingkat tinggi, sementara yang di rumah juga butuh perhatian tingkat dewa begini, rasanya pengen membelah diri, membelah otak sih… (eh, kok jadi pengen gulai otak ya. eh!)

Baiklah, lanjooottt…. maka dari pertanyaan itu, mulailah obrolan kami tentang tugas anak dan tugas orang dewasa yang memang berbeda. Anak2, tentu perlu belajar dulu (tentang tugas2 yang dilakukannya saat ini, tujuan akhirnya bukan untuk dapat uang, tapi untuk) makin menguasai satu bidang, lalu nanti, pada waktunya akan bekerja di bidang itu dan dapat uang. nyinggung dikit soal jurusan2 di masa kuliah nanti, yang bisa dia pilih. (tentu sambil diselingi ngintip2 bentar ke kelas di laptop, jangan sampe ada pertanyaan kelewat jawab. Enggak…nggak curhat. beneran!).


Lalu saya kasih contoh jadi pelukis. sambil nunjuk salah satu lukisan yang ada di rumah. “Kalau nanti pinter melukis, lukisannya bagus, orang suka, bisa dibeli orang, lalu dapat uang, loh!” kata saya.


“Oh, bu, boleh nggak aku ganti. tadinya kan aku pengin sekolah yang tentang dokter-dokter. kalau ada sekolah tentang gambar, aku mau sekolah gambar aja?” tanyanya. Tentu saya iyakan. Sak senengmu, Nduk! 🙂

Sesudahnya, dia langsung ambil kertas, dan sibuk coret sana-sini (yang mengingatkan saya pada si Lintung, kakaknya, waktu seumuran adeknya ini). “Aku mau bikin gambar banyak-banyak bu, Siapa tahu ada yang mau beli, jadi aku bisa punya uang!” katanya, sambil bikin gambar muka badut lah, gambar ibu2 lagi masak sementara anaknya berenang lah, gambar anak2 sedang membuat rumah lah, macem2.


Saya mbatin, Salah kasih contoh nih, kayaknya. Trus jadi mikir, entar kalau minta gambarnya dibayarin mesti jawab gimana yak? Hiyuhhh…makin pengen membelah otak. (plus pengin gulai otak, nyam nyam!)
Selesai, lalu minta gambar-gambarnya dipoto, pake dihias pita2 dan bunga2 pula, plus pesan, “Aku juga keliatan di fotonya ya, bu!”
Baeklah….


Anyway, anak itu memang sering “mengagetkan” ya. Entah dapat ide dari mana soal uang, tapi pertanyaannya membuat kami berdua, hari ini belajar bareng soal tugas, soal perjalanan belajar seorang anak hingga dewasa, tentang option pekerjaan2 di masa depan, yang kita senangi, tapi juga sekaligus bisa menghidupi. belajar juga soal tempat yang namanya sekolah, kampus, dsb.. tapi ada juga ketrampilan2 lain yang bisa dipelajari di tempat selain sekolah.


saya, tentu secara khusus belum merencanakan saat ini ngobrolin tentang jurusan2 di perkuliahan, pekerjaan, cara dapetin uang, dsb, hari ini. Tapi Sekar, sudah memilih sendiri “jam kuliahnya” untuk belajar tentang ini, hari ini. Meski ibu harus nge-dobel kelas, nggak papa deh, Dek. Yang penting nanti makan gule otak. loh!? eh!

Selanjutnya, ibuk, seperti kata Thukul, “kembali ke….laptop!”